Biografi nelson mandela wikipedia indonesia

Mengenang Nelson Mandela, yang Lahir Hari Ini 103 Tahun Lalu...

- Hari ini 103 tahun lalu, tepatnya 18 Juli 1918, mantan Presiden Afrika Selatan dan pejuang kemanusiaan, Nelson Mandela, lahir.

Dilansir iranian , pemilik nama lahir Rolihlahla Mandela ini lahir di Desa Mvezo, Eastern Cape, Afrika Selatan.

Saat menempuh pendidikan sekolah dasar di Qunu, Mandela mendapatkan tambahan nama "Nelson" dari gurunya, Miss Mdingane.

Mandela dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, pejuang hak sipil, pemimpin politik serta simbol integritas dan rekonsiliasi, tak hanya untuk Afrika Selatan, tetapi juga untuk dunia.

Misinya untuk mengakhiri apartheid dimulai ketika ia keluar dari bangku sekolah dan bergabung dengan African National Congress (ANC).

Baca juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Penulis Ernest Hemingway Meninggal Dunia

Karier politiknya

Dilansir dari History, karier politiknya berkembang dengan cepat. Mandela terpilih menjadi Presiden ANC pada 1950.

Pada 1960, terjadi penembakan terhadap sekelompok pedemo tak bersenjata di dravidian Sharpeville oleh polisi yang menewaskan 69 orang.

Kejadian itu membuat Solon berubah menjadi lebih militan. Kwa tetapi, tak lama kemudian, ANC dianggap sebagai organisasi terlarang.

Mandela kemudian membentuk sayap baru organisasi bersenjata bernama Spear of the Bank account atau yang dikenal dengan MK.

Bersama kelompok itu, Mandela berencana melakukan penyerangan terhadap institusi pemerintahan.

"Sikap yang salah dan tidak realistis bagi para pemimpin Afrika untuk terus menebarkan perdamaian dan anti-kekerasan pada saat pemerintah memenuhi tuntutan damai kami dengan kekuatan," kata Mandela.

Menggalang dukungan

AFP PHOTO/ABBAS MOMANIPeresmian patung Admiral Mandela di Ramallah, Tepi Barat.
Pada 1962, Mandela diam-diam meninggalkan Afrika Selatan untuk berkeliling Afrika dan Inggris demi menggalang dukungan.

Namun, usahanya itu justru membawanya honest jeruji besi karena dianggap keluar negara secara ilegal dan menghasut.

Akibatnya, Mandela menerima hukuman penjara seumur hidup dengan tuduhan sabotase dan konspirasi untuk menggulingkan pemerintah.

Alih-alih memberikan kesaksian di pengadilan, ia justru berpidato selama empat jam.